Selasa, 28 Juni 2011

Anemia, Si Biang Futur

Pernahkah Anda merasa menjadi orang yang paling semangat, selalu mengawali hari dengan senyuman dan sangat siap melaksanakan setumpuk kegiatan? Atau sebaliknya, setiap bangun pagi Anda merasa loyo, capek, pegal dan bahkan lupa tugas-tugas yang harus diselesaikan? Ketika suatu pagi Anda mengalami keadaan buruk ini, Anda merasa malas melakukan apapun. Kajian tidak datang, ke sekolah / kampus terlambat, tilawah hanya beberapa ayat, shalat dhuha libur dulu, dan rapat organisasi absen saja. Teman-teman mengidentifikasi Anda sedang futur, sedang mengalami kemunduran ruhiyah dan penurunan spiritualitas. Lalu, Anda kebanjiran SMS motivasi dan tausiyah dari sana-sini. Anehnya, puluhan SMS dan tausiyah itu hanya sedikit atau tak membuat Anda berubah. Kaki tetap berat melangkah untuk menyambut berbagai amanah mulia itu.

Benarkah Anda sedang futur? Mungkin benar. Tetapi yang lebih penting penting adalah mengetahui penyebabnya. Tanpa tahu penyebabnya, Anda tak akan tahu cara mengatasinya.

Jangan-jangan, Anda hanya kekurangan zat besi (anemia) saja. Jika ini segera Anda sadari, sebelum teman-teman memberondong Anda dengan SMS indah dan tausiyah, Anda telah bangkit ceria dan menyapa mereka.

Mari kita hitung, manakah yang lebih banyak kita rasakan, ketika pagi tiba. Pagi adalah awal sebuah hari, biasanya kualitas hari kita akan ditentukan oleh kondisi kita di pagi hari. Jika setelah bangun tidur Anda merasakan tubuh yang segar, dan pikiran yang fresh, maka Anda akan siap mengisi hari dengan aktifitas yang penuh manfaat. Menyelesaikan semua amanah yang diemban tanpa keluhan. Selalu siap berlama-lama menjadi relawan di daerah bencana.

Kesegaran tubuh di pagi hari sangat tergantung pada kualitas tidur dan asupan nutrisi di hari sebelumnya. Tidur yang berkualitas akan membuat badan kembali segar, namun bukan berarti harus memperbanyak jam tidur. Asupan nutrisi yang seimbang sesuai dengan kebutuhan pun sangat menentukan kesegaran tubuh di pagi hari. Ada 5 zat gizi yang harus diterima tubuh dalam jumlah yang sesuai kebutuhan. Kelima zat gizi tersebut adalah protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral Jika tubuh kekurangan kelima zat gizi yang seharusnya diterima tubuh, maka akan berdampak pada defisiensi atau kekurangan zat gizi. Bahkan bisa jadi terkena defisiensi beberapa zat gizi seperti kurang gizi (akibat kekurangan kalori dan protein) dan anemia gizi besi (kekurangan Fe atau zat besi).

Bayangkan, Anda adalah relawan Merapi yang harus mendampingi para pengungsi. Atau aktifis dakwah sekolah / kampus yang sedang memimpin rapat penting, atau juga seorang panitia tabligh akbar yang sedang menjemput pembicara, tiba–tiba saja pingsan. Tubuh lemah dan tidak kuat melanjutkan amanah. Semua aktifitas itu harus dihentikan dan Anda harus bad-rest. Di-cancel-lah beberapa agenda penting. Setelah diperiksakan, Anda mengalami Anemia Gizi Besi (AGB), juga memiliki status gizi yang kurang alias kurang gizi.

Penyebab utama anemia adalah kurangnya zat besi dalam tubuh. Kurangnya zat besi dalam tubuh bisa dikarenakan kurang asupan makan sumber zat besi, bisa pula karena penyakit seperti malaria, infeksi penyakit karena cacing, dan gangguan patologis.

Tanda yang sangat mudah dikenali jika terkena anemia adalah 5 L : Lemah, Letih, Lesu, Loyo dan Lunglai. Seolah tubuh sangat berat untuk digerakan, berkunang-kunang, dan sulit berkonsentrasi. Hal ini sangat terasa jika berubah posisi, ketika jongkok kemudian Anda berdiri, atau ketika beranjak dari tempat tidur.

Anemia lebih banyak diderita oleh wanita karena wanita mengalami masa haid setiap bulannya. Fe pun hilang bersamaan keluarnya darah haid. Sehingga pengeluaran zat besi ini harus diimbangi dengan asupan makanan sumber Fe, dan suplemen pil zat besi. Selain itu asupan vitamin C harus dupenuhi karena mendukung penyerapan zat besi. Bahan makanan yang merupakan sumber Fe adalah sumber protein hewani seperti hati daging sapi, dan daging kambing. Sayuran berwarna hijau seperti bayam hijau, bayam merah, dan daun singkong.

Jujur saja kita akui bahwa para aktivis jarang yang memperhatikan makanannya. Pagi-pagi pergi tak sempat sarapan. Siang makan dengan asupan seadanya, dan malam menyantap mie instan tanpa hijauan atau daging.

Anda perlu mengevaluasi kembali kebiasaan makan selama ini karena ini sangat mempengaruhi kesehatan tubuh. Makan tidak hanya sekedar ingin makan dan tidak sekedar kenyang. Diperlukan kecerdasan untuk memilih makanan, mempertimbangkan manfaat dan dampak positifnya. Pola makan sehat dan memakan makanan sehat harus menjadi kebiasaan para aktifis dakwah. Amanah yang diemban tidak hanya untuk sekarang dan esok hari, namun sampai ajal menjelang.

Bagi seorang ahkwat atau ummahat, makanan tidak hanya untuk sekedar sehat tapi juga untuk kecantikan dirinya. Kulit yang halus, mata bersinar sertaa otak yang cerdas dapat dimulai dari makanan. Fungsi lain yang tidak kalah penting adalah menyiapkan diri untuk menghadapi kehamilan. Bayi sehat hanya akan berasal dari rahim yang kuat dan sehat. Begitu juga dengan ASI yang berkualitas, akan mengalir dari tubuh Ibu yang memiliki status gizi normal, berperilaku sehat, penyabar dan qanaah. Semua itu hanya bisa terwujud jika Anda mempersiapkannya dari sekarang. Mulailah dari makanan sehat dan pola makan sehat. Jangan sampai kita futur, hanya gara-gara kurang Fe.


sumber : http://www.fimadani.com/anemia-si-biang-futur/

Makanan dan Waktu Makan Sang Aktifis

You are what you eat. Oh, benarkah?

Coba amati. Para peminum alkohol dan penenggak narkoba tidak ada yang wataknya waras 100 %. Benar tidak?. Masyarakat yang tinggal di pegunungan (lebih banyak makan sayuran dan buah) memiliki karakter berbeda dengan masyarakat pantai (menyantap makanan hewani lebih banyak). Orang Israel yang suka memakan babi itu brutal, berbeda dengan orang-orang Gaza yang menghindari babi. Anda bisa saja mendadak menjadi orang yang amat romantis ketika setiap sore makan cokelat.

Sekarang mari kita bandingkan perbedaan perilaku yang lebih nyata pada diri kita sendiri antara saat sedang rajin puasa, saat sedang diet, dan saat bebas makan apapun. Hanya karena soal mengatur makan, kita dapat menjadi orang yang berbeda- beda, bukan?. Makanan dan pola makan mempengaruhi sifat kita.

Nah, Apakah hari ini Anda sarapan?

Dulu saya pernah berpikir, jangan – jangan soal sarapan juga dapat membentuk karakter, mempengaruhi ’akhlak’ dan ’idealisme’ kita setiap hari. Hipotesis ini akhirnya dijawab oleh suami : diakibatkan oleh tidak sarapan, ia (saat mahasiswa dulu) pernah melepaskan diri dari barisan demo di Bunderan UGM, menyelinap ke warung murah Kagama untuk mengisi perut. (waktu itu setiap jam 9 sampai 11-an di Kagama disediakan 500 porsi untuk mahasiswa yang kurang mampu, tidak tahu sekarang masih ada atau tidak). Seperti biasa, antrian makan mengular, dan ia mendapat jatah sepiring nasi ketika waktu sudah hampir dzuhur. Demo sudah bubar.

Bukankah ini adalah kisah tentang kalahnya idealisme, hanya gara-gara dari rumah (maksudnya dari kos) tidak sarapan?

Banyak aktivis lupa untuk sarapan di pagi hari. Makan siang pun terlewati karena menumpuknya tugas. Mungkin perut sudah lama membunyikan alarm-nya, alias keroncongan. Tubuh pun sudah memberikan sinyal kekurangan gula darah, dengan membuat tanda pusing tujuh ratus keliling. Pikiran pun tidak fokus dan Anda menjadi Mbak “Lola” alias Loading Lama atau Mbok “Sumi” (Suwe Mikire).

Makan bukanlah tujuan hidup kita. Tetapi jangan mengaku aktivis sejati deh, kalau untuk urusan makan saja Anda tidak beres. Bagaimana mungkin semua amanah akan diselesaikan dengan cerdas, kalau hak tubuh tidak dipenuhi. Untuk berfikir cerdas dan kretif, otak membutuhkan energi yang berasal dari glukosa. Glukosa diperoleh dari makanan yang kita makan. Setelah dirubah menjadi glukosa maka darah akan membawanya ke seluruh tubuh yang memerlukan misalnya otak, sistem saraf, jantung dan organ tubuh lainnya.

Otak tidak dapat menyimpan glukosa, sehingga harus dipasok terus menerus. Jika otak kekurangan glukosa, maka terjadilah gangguan pada fungsi otak. Maka jadilah Mbak ’Lola’. Segera penuhi kembali kekurangan glukosa darah dengan cara makan tepat waktu. Agar amanah dawah dapat diselesaikan dengan cerdas.

Waktu makan sehat para aktifis dawah, sebaiknya mengikuti pola sebagai berikut :

  • Makan pagi/ sarapan (pukul 06.00)
  • Snack pagi (10.00)
  • Makan siang (13.00)
  • Snack sore (16.00)
  • Makan malam (18.00)

Pada waktu pagi hari, kadar glukosa darah sudah menurun karena tidak memperoleh pasokan glukosa selama 11 jam. Kalau kita memulai aktifitas tanpa sarapan, maka kadar gula darah kita dalam keadaan rendah sehingga mengakibatkan lemas, letih, cepat lelah. Selain itu juga dapat menurunkan konsentrasi dan daya terima pembelajaran. Akibatnya, produktifitas akan menurun. Snack di antara dua jam makan akan membuat tubuh kita tidak kehabisan glukosa darah.

Selain pola makan sehat, jangan lupa memperhatikan jenis makanan yang dipilih. Jangan sampai salah pilih, dan salah makan. Makanan bergizi seimbang tetap akan membuat tubuh tetap sehat. Penuhi kebutuhan serat dan air putih agar terhindar dari konstipasi dan dehidrasi. Keanekaragaman makanan yang dipilih akan membuat asupan zat gizi yang diterima tubuh semakin lengkap. Tetaplah mengkonsumsi makanan dengan jumlah yang dibutuhkan tubuh, agar tidak terjadi obesitas dan kurang gizi.


sumber : http://www.fimadani.com/makanan-dan-waktu-makan-sang-aktifis/

6 Kebiasaan Yang Menguatkan Daya Ingat

Orang-orang berdaya ingat kuat memiliki beberapa kebiasaan yang tidak akan mereka lewatkan setiap harinya. Melatih kebiasaan itu mungkin bisa membuat Anda menjadi salah satu dari mereka yang berdaya ingat kuat.

Melindungi dan meningkatkan kemampuan otak sangatlah mudah. Cukup melatih beberapa kebiasaan kecil dan ubah pola hidup yang tidak baik. Otak akan tetap hidup bahkan meningkat kemampuannya jika terus dilatih dan digunakan.

Sebuah survei online dilakukan oleh para peneliti Australia terhadap 29.500 orang responden yang telah diseleksi dan termasuk kategori orang-orang yang memiliki daya ingat kuat.

Para responden sebelumya menjalani beberapa tes ingatan seperti mengingat kejadian-kejadian 1,5 sampai 20 tahun yang lalu, menghafal daftar belanja, mengingat wajah orang, nama-namanya serta pekerjaannya masing-masing.

Peneliti juga menganalisis pola hidup dan pola makannya sehari-hari. Akhirnya setelah melakukan beberapa analisis, para peneliti mengetahui dan menyimpulkan 6 kebiasaan orang-orang yang berdaya ingat kuat.

Dikutip dari Prevention, ini dia 6 kebiasaan sederhana mereka yang berdaya ingat kuat yang bisa Anda terapkan sehari-hari untuk meningkatkan kemampuan otak.

1. Menonton televisi tidak lebih dari satu jam setiap harinya.
Orang-orang berdaya ingat kuat jarang melihat tontonan-tontonan yang tidak terlalu penting, kecuali tontonan yang sifatnya mengedukasi. Mereka lebih sering membaca ketimbang menonton.

2. Mengkonsumsi ikan
Ikan merupakan sumber protein yang berfungsi meregenerasi sel-sel mati. Sel-sel otak pun harus terus diregenerasi. Beberapa jenis ikan seperti salmon dan sarden mengandung omega 3 yang sangat baik untuk perkembangan sel-sel otak dan kemampuan mengingat seseorang.

3. Menyilangkan dan menyambungkan data
Kemampuan otak akan terus meningkat ketika data yang masuk ke dalamnya terhubung satu sama lain. Dengan menghubung-hubungkan seperti itu, sebuah data akan tersimpan dan tertanam dalam otak lebih kuat lagi.

4. Membaca novel
Dengan membaca novel, otak akan dilatih berpikir dan menebak-nebak apa yang akan terjadi. Alur cerita novel yang berliku-liku akan membuat otak terus berpikir tapi dalam bentuk petualangan otak yang lebih menarik dan seru. Membayangkan kejadian yang ada di novel dan merasakannya mengalir dalam pikiran.

5. Meminum teh atau kopi
Teh dan kopi mengandung kafein yang bisa memacu kerja jantung dan otak untuk terus terjaga dan bekerja lebih baik lagi. Namun konsumsi yang berlebihan, terutama kopi bisa berakibat fatal. Minumlah dalam dosis yang sewajarnya. Teh biasa dikonsumsi oleh orang asia, sedangkan kopi oleh orang eropa.

6. Selalu membuat catatan dalam bentuk jurnal atau notes kecil
Data yang masuk ke otak kita tanpa tercatat mungkin saja menempel dan mungkin juga tidak. Namun jika data tersebut dicatat, maka kita dapat melihatnya kembali ketika lupa. Mencatat juga ternyata bisa meningkatkan kemampuan otak untuk menghafal hingga sampai 20 persen. Menuliskan cerita dalam sebuah blog misalnya.

Demikian ini merupakan kebiasaan-kebiasaan yang saya lakukan yang juga saya rangkum dari berbagai sumber. Akan lebih asik ketika Anda praktekkan untuk menghafal Al Quran.


sumber : http://www.fimadani.com/6-kebiasaan-yang-menguatkan-daya-ingat/

Perkuat Daya Tahan dengan Buah dan Sayur

Perubahan cuaca sering membuat daya tahan tubuh atau sistem imun tubuh kita melemah. Daya tahan tubuh adalah kemampuan fisik untuk menangkal semua jenis kuman yang akan masuk ke dalam tubuh.Jika daya tahan tubuh kita melemah, tubuh kita akan mudah terserang berbagai penyakit. Dari mulai flu, batuk, pilek, diare, sampai penyakit yang membutuhkan istirahat total seperti typus, hepatitis dan sebagainya. Bahkan bisa jadi penyakit langka seperti Guillain Barre Syndrome (GBS) pun menyerang mereka yang daya tahan tubuhnya melemah.

Pada penyakit GBS, penderita akan mengalami serangkaian gejala yang menyerang saraf tepi secara mendadak. Pemicunya ialah peradangan (inflamasi). Akibatnya ia akan mengalami kelumpuhan mendadak yang memungkinkan berdampak kematian. Perawatan penderita GBS membutuhkan waktu berbulan – bulan dengan biaya yang tidak sedikit. Masih banyak penyakit lainnya yang dapat menyerang kita hanya gara- gara melemahnya sistem imun tubuh.

Namun jika daya tahan tubuh baik, tubuh akan selalu sehat. Daya tahan tubuh kita setiap waktu akan berubah- ubah, kadang kuat namun kadangkala melemah. Sebagai seorang aktifis dawah, kita dituntut untuk selalu sehat. Karena ternyata kewajiban dan amanah kita lebih banyak dari waktu yang tersedia. Tidak ada pilihan lain selain memiliki stamina yang selalu oke, serta pikiran dan hati yang fresh.

Salah satu cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita adalah dengan mengkonsumsi makanan bergizi, beraneka ragam dan seimbang. Selain itu Anda dapat juga memperbanyak mengkonsumsi bahan makanan yang bekerja secara spesifik meningkatkan sistem imun.

Bahan makanan tersebut adalah dari golongan buah dan sayur. Berikut ini adalah beberapa bahan makanan yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh:

Bahan makanan Kandungan
Golongan sayuran
Tomat Beta karoten, vitamin C, serta lycopene. Mengandung zat antkarsinogenik serta antioksidan.
Wortel Betakaroten, vitamin A, C, B1, B6 dan asam folat serta mineral potassium dan magnesium. Wortel pun mengandung serat.
Brokoli Kalsium pada brokoli sangat tinggi Vitamin A, C, Asam Pantotenat dan Asam Folat, Zat besi, Zink, Magnesium, Pospor dan Potassium, flavonid.
Bayam Vitamin C, betakaroten dan lutein. Paling kaya akan zat besi asam folat, kalium, kalsium, cholorofile, luthein.
Bokcoy (sawi Cina) Beta karoten, asam folat, vitamin C, kalium, chlorophyll, isothiocynates.
Golongan buah–buahan
Pisang Karbohidrat, magnesium, kalium. Fosfor, magnesium dan besi. Pro vitamnin A, vitamin B dan vitamin C.
Pepaya Betakaroten, vitamin C, crypthosanthin, dan caretinoid.
Jeruk Vitamin C, beta karoten, asam folat, vitamin C serta serat, beta chryptoxantine, hesperidins, limonene, zeaxantine.
Mangga Betakaroten, vitamin C, serat crypthoxantyne karotenoid
Jambu biji Kandungan vitamin C tertinggi terdapat pada jambu biji kalium, lycopene.
Apel Pro vitamin A, vitamin C dan vitamin B, mkalsium , fosfor, magnesium, kalium, zat besi dan seng serta tannin.
Semangka Kalsium, fosfor, pro vitamin A dan vitamin B.
Strawberry Kalsium, fosfor, kalium, magnesium, seng, pro vitamin A, vitamin C dan vitamin B.
Belimbing Kalsium, fosfor, kalium dan zat besi, vitamin C, provitamin A dan vitamin B.
Melon Kalsium, fosfor, kalium, provitamin A, vitamin C.

Sayuran dan buah – buahan dapat dikonsumsi secara langsung baik dalam keadaan mentah atau dijadikan lalapan (untuk sayuran). Anda dapat juga mengkonsumsi buah dan sayur dengan cara dijus.

Pembuatan jus dapat mencampurkan buah dan sayur atau aneka buah yang anda sukai atau bisa juga dengan mencampurkan sumber zat gizi lainnya seperti menambahkan susu sapi, susu kedelai, yoghurt, madu, coklat dan aneka bahan makanan lainnya yang dapat membuat jus lebih lezat.

Jus buah campur merupakan alternatif terbaik untuk mendapatkan suplementasi zat gizi secara optimal untuk meningkatkan daya tahan tubuh secara alami. Nah kini saatnya anda mengganti soft drink dengan jus buah agar daya tahan tubuh kita tetap kuat. Sehingga terhindar dari gangguan penyakit.


sumber : http://www.fimadani.com/perkuat-daya-tahan-dengan-buah-dan-sayur/

Hanya 28,7 Persen, Pemuda Muslim Shalat 5 Waktu

Kaum muda Muslim tidak tertarik dengan politik. Mereka juga tidak mempermasalahkan wanita untuk menjadi pemimpin. Demikian hasil survei mutakhir yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI), Goethe Institut, dan Friederich Naumann Foundation for Liberty (FNF). Mengambil sampel dari seluruh provinsi di Indonesia, survei ini menyimpulkan, hanya 28,6 persen responden mengaku tertarik dengan politik. Bahkan, sebanyak 48 persen responden memandang politik sebagai hal yang membosankan.

Pada saat yang sama, pemuda Muslim di Indonesia tidak mempermasalahkan perempuan menjadi pemimpin. “Ini sebuah kemajuan. Selama ini kaum perempuan terkadang tidak mendapat tempat sebagai pemimpin,” kata Direktur Urusan Publik LSI, Burhanuddin Muhtadi, saat menjelaskan hasil survei tersebut di Jakarta, Selasa (14/6).

Menurut dia, sekitar 72 persen responden (berusia 15-25 tahun) dari 1.496 sampel yang disurvei di seluruh provinsi di Indonesia menyatakan tidak masalah perempuan menjadi pemimpin. “Mereka tidak setuju dengan adanya pernyataan yang menyebutkan bahwa perempuan tidak bisa menjadi pemimpin yang baik.” Pemuda Muslim di Tanah Air, lanjut Muhtadi, juga sangat menekankan nilai-nilai dan perilaku Islami. Bagi mereka, agama menjadi aset sosio-psikologis untuk menghadapi perubahan pada masyarakat.

Agama menjadi identitas dan pedoman penting dalam kehidupan mereka. Dari 1.496 responden, lebih dari 90 persen responden mengatakan, kepercayaan kepada Tuhan adalah sesuatu yang penting. Penolakan mereka terhadap hal-hal yang haram cukup tinggi. Sebanyak 96,2 persen menolak seks sebelum menikah dan 88,7 persen menolak mengonsumsi alkohol.

Namun, lanjut Burhanudin, praktik ritual mereka tidak sekokoh identitas pribadi, sosial, dan keluarga yang menjalaninya. Apabila praktik agama dijalankan dengan tingkat kontrol sosial tinggi, praktik agama semakin sering mereka laksanakan. Sebaliknya, jika ritual itu dilaksanakan dengan kontrol sosial rendah, praktik tersebut akan rendah pula. Sekadar contoh, kata Burhanudin, dalam survei ditemukan hanya 28,7 persen responden yang mengaku shalat wajib lima waktu sehari.

Sebanyak 39,7 persen responden mengatakan kadang-kadang shalat. Hasil ini berbeda dengan ritual dengan tingkat kontrol sosial tinggi seperti puasa Ramadhan. Sebanyak 59,6 persen menyatakan selalu berpuasa Ramadhan.

Menurutnya, terdapat ketidaksesuaian antara identitas dan perilaku. Cara pandang dan identitas saleh belum tentu menggambarkan perilaku kesalehan. Hal ini yang penting menjadi koreksi ke depan. Pembinaan umat terutama kalangan muda tidak boleh hanya menekankan aspek teori. Tetapi, pengamalan dan praktik ajaran itu juga tak dapat diabaikan. (rep/ant)


sumber : http://www.fimadani.com/hanya-287-persen-pemuda-muslim-shalat-5-waktu/